MUKIDI IKUT LOMBA NYANYI LAGU HARI KEMERDEKAAN
Mukidi : "enam belas agustus tahun empat lima...".
Juri : "salah itu..., ulangi !".
Mukidi: "enam belas agustus tahun empat lima...".
Juri : "salah..., kesempatan terakhir!"
Mukidi: "saya ndak salah pak, sampean dengar saya nyanyi dulu".
Akhirnya juri serius mendengarkan Mukidi bernyanyi.
Mukidi: "enam belas agustus tahun empat lima..., BESOKNYA hari Kemerdekaan kita..."
MUKIDI NONTON BIOSKOP
Jam 8 pagi di kantor bioskop.
Kriiiiing! telpon di meja kantor bioskop 21 berbunyi.
Mukidi : "Halloo mas.... saya mau nanya, bioskop buka jam berapa.... ?"
Penjaga : "Jam satu mas"
Mukidi : "Bisa buka jam sembilan tidak mas?"
Penjaga : "Gak bisa. Biasa jam satu bukanya."
Jam 11, telepon bunyi lagi.
Mukidi : "Hallo..... Jam berapa bukanya bioskop?"
Penjaga : "Kamu yg telpon td ya mas? Kan sdh dikasih tau.. bukanya jam 1"
Mukidi : "Jam 12 tdk bisa, mas?"
Penjaga : "Tdk bisa! Emang bioskopnya mbahmu apa!"
Mukidi : "Nawar sedikit saja mas. Ya udah.. kita ambil tengahnya aja mas, setengah satu ya?"
Penjaga : [dongkol] "Sebenarnya km mau nonton film apa tho, kok telepon terus-terusan?"
Mukidi
: [sambil menangis] "Saya ini sebenarnya di dalam bioskop mas. Tadi
malam pas nonton pilem ketiduran. Tolong, mas, bukakan pintunya. Saya
pingin pulang."
AYAM GORENG
Dalam
keadaan lapar, Mukidi masuk ke sebuah rumah makan. Ia memesan ayam
goreng. Tak lama kemudian sebuah ayam goreng utuh tersaji. Baru saja
Mukidi hendak memegangnmya, seorang pelayan datang tergopoh-gopoh.
"Maaf
mas, kami salah menyajikan. Ayam goreng ini pesanan bapak pelanggan
yang disana", kata pelayan sambil menunjuk seorang pria berbadan kekar
dan berwajah preman.
Akan tetapi karena sudah terlanjur lapar, Mukidi ngotot bahwa ayam goreng itu adalah haknya.
Pria bertampang preman itu segera menghampiri meja Mukidi dan menggertaknya.
"AWAS
kalau kamu berani menyentuh ayam itu...!!! Apapun yang kamu lakukan
kepada ayam goreng itu, akan aku lakukan kepadamu. Kamu potong kaki ayam
itu, aku potong kakimu. Kamu putus lehernya, aku putus lehermu..!!!"
Mendengar ancaman seperti itu, Mukidi hanya tersenyum sinis sambil berkata, "Silahkan! siapa takut?"
Lalu Mukidi segera mengangkat ayam goreng itu dan menjilat pantatnya.
MUKIDI MERDEKA
Jaya adalah tetangga Mukidi, tapi mereka tak pernah rukun. Mukidi merasa Jaya adalah saingannya.
Jika Jaya beli sepeda baru, Mukidi tidak mau kalah. Mukidi ya beli sepeda baru juga.
Ketika menjelang Lebaran, rumah Jaya dicat merah. Besoknya, Mukidi mengecat dengan warna merah juga.
Karena kini 17 Agustusan, Jaya memasang spanduk di depan rumah bertulisan "INDONESIA TETAP JAYA".
Hati Mukidi panas dan memasang spanduk juga dangan tulisan "INDONESIA TETAP MUKIDI"
Saat
ajang Sepak bola Indonesia, tetanganya jaya mendukung tim persipura
JAYApura dan memasang spanduk didepan rumahnya "PENDUKUNG SETIA
PERSIPURA JAYAPURA"
Hati Mukidi semakin panas berapi-api dan segera memasang spanduk dangan tulisan "PENDUKUNG SETIA PERSIPURA MUKIDIPURA"
MUKIDI LAGI..OH... MUKIDI
MUKIDI sedang berlibur ke Jakarta. Ini pertama kalinya dia datang ke kota itu.
Dia
keliling Jakarta dg naik metromini. Dia mengamati segala yang terjadi
di dalam metromini. Termasuk kernet & penumpang bus tsb.
Tak lama kemudian si kernet bilang: "Dirman.. Dirman.. Dirman.." (tanda bahwa bus sampai di jl sudirman)
Lalu seorang penumpang laki-laki teriak: "kiri..!"
Dan turunlah penumpang tersebut..
Selang berapa lama kernet teriak: "Kartini.. Kartini.. Kartini.."
Seorang cewek muda nyeletuk: "kiri..!", lalu cewek tsb pun turun..
Beberapa lama kernet itu teriak lagi: "Wahidin.. Wahidin.. Wahidin.."
Adalagi cowok yg bilang: "Kiri!"
Tak selang lama si kernet teriak lagi: "Gatot Subrotooo! Gatot Subrotooo!"
Seorang pemuda ganteng berkumis tebal menjawab: "Kirii..!!"
Maka turunlah si kumis itu.
Maka....
Tinggallah seorang diri MUKIDI dalam bus. Dgn hati jengkel dia colek si kernet, dg nada marah MUKIDI bilang:
"Kurang
ajar kamu ya... Dari tadi orang-orang kamu panggilin. Lhaaa nama saya
gak kamu panggil-panggil! Kalo begini, kaapan saya turun?!!!"
Untung si kernet tanggap..
"Siapa nama bapak ini..?"
"Namaku MUKIDI", jawabnya.
Si kernet langsung teriak: "MUKIDI. MUKIDI.. MUKIDI.. !!!"
MUKIDI pun lega dan berkata: "Naaaah.. gitu dong..!! Kirri...!"
Maka turunlah MUKIDI di jalan tol.
Bagi yg menemukan MUKIDI harap menghubungi keluarganya.
TERNYATA MUKIDI TERLALU SAYANG SAMA ISTRINYA
Suatu
hari istri Mukidi akan melahirkan anak pertama mereka. Mukidi pun
buru-buru ke rumah sakit dan disuruh masuk untuk menyaksikan proses
persalinan
Setelah
persalinan selesai Mukidi pun mengecup kening istrinya sambil berkata :
"Alhamdulillah... anak kita perempuan, makasih yaa, sayang..."
Istri : Iyaa, kang
Mukidi : Sakit yaa, sayang...?
Istri : Iyaa kang...sakit banget..
Mukidi : Sayang... aku sayang banget sama kamu... aku ga tega
Istri : Iyaa kang...
Mukidi : Nanti kalau untuk anak kedua titip sama yang lain aja yaa... jangan dari kamu lagi, aku ga tega..
Istri : ...??????????...
SETELAH MUKIDI SUKSES DAN PUNYA ANAK CUCU
Suatu malam, mbah Mukidi yang sudah berusia 85 thn telpon ke dokter pribadinya.
"Dokter,
ada yang aneh dengan toilet saya. Setiap malam waktu saya mau kencing,
lampunya langsung nyala sendiri begitu saya buka pintunya."
Sang dokter menjawab, "Mbah, embah istirahat saja deh, nanti saya perbaiki." Kata si dokter, mencoba menenangkan mbah Mukidi.
Karena merasa ada yang aneh, kemudian si dokter menelpon keluarga si Embah, dan yang ngangkat putri bungsunya, Sheilla namanya.
"Halloo
dik Sheilla, tadi mbahmu memberitahu bahwa lampu toiletnya langsung
menyala saat pintunya dibuka, apa memang kamar mandi di pasang lampu
otomatis ?"
Mendengar hal ini, Sheilla langsung berteriak,
"Mamah... Kakak ... mbok Ijah ... Papah kencing di kulkas lagi tuhhh..."
Dokter: "Waduhhhh..."


No comments:
Post a Comment